Dari : sudutpandang.com
Di penghujung tahun, saya penah nge-tweet tanya soal resolusi tahunan.
Siapa yang selalu bikin resolusi tiap akhir tahun? Seringnya berhasil atau gagal?
Puluhan jawaban masuk, 90% bilang resolusinya hanya sebagian tercapai atau malah gagal total alias resolusi sebatas resolusi.
Saya kemudian men-tweet opini saya soal resolusi tahunan seperti ini:
Kenapa resolusi tahunan tak jarang malah gagal? Karena setahun itu waktu yg panjang. Kalo mau berubah ya berubah aja saat itu juga.
Misalnya: Tahun depan resolusinya mau rajin olahraga. Lhaaa kenapa musti nunggu tahun depan? Hari itu aja paksa olahraga
Lain cerita, kalo resolusinya terkait keuangan, misalnya: beli rumah. Itu emang butuh waktu buat ngumpulin duit.
Satu tahun itu waktu yang panjang. Kita bisa melakukan banyak hal dalam setahun. Banyak. Banget.
***
Saya percaya dengan kekuatan “lakukan sekarang”. Ketika ingin melakukan perubahan, lakukan saat itu juga, tak perlu menunggu moment atau waktu yang tepat. Ketika perubahan itu terkait perilaku kita, perubahan bisa dilakukan saat itu juga. Jika tidak, berarti memang niat berubahnya tidak besar.
Seperti contoh di atas. Kalo pengen hidup sehat, olahraga hari itu juga. Pengen disiplin menabung, berhemat hari itu juga. Pengen lebih perhatian pada keluarga, hari itu juga sisihkan waktu bersama keluarga. Dan seterusnya.
Tak lama setelah saya nge-tweet tentang resolusi, seorang pemred majalah wanita wawancara saya via phone.
Pertanyaannya: Apa kunci agar sebuah niat/resolusi itu tercapai?
Menurut saya, besarnya niat itu terkait dengan Self awareness. Artinya, jika seorang individu sadar fungsinya sebagai individu, fungsinya dalam keluarga dan lingkungan maka niat untuk berubah menuju perbaikan akan semakin besar dan cepat.
Contoh: Jika seorang laki-laki sadar betul tanggungjawabnya yang besar pada keluarga, maka ia akan memutuskan hidup sehat, olahraga dan berhenti merokok. Kenapa? dengan hidup sehat, dia akan lebih produktif bekerja, ngga sakit-sakitan dan menyusahkan anak istri. Bayangkan, apa jadinya jika dia ngga sehat? siapa yang akan melindungi keluarganya?
Contoh lain: Jika seorang ibu sadar betul bahwa ibu adalah orang yang paling punya pengaruh besar dalam membentuk perilaku anak, ia akan habis-habis mengubah karakternya yang buruk agar tidak menular pada anak. Bayangkan, apa jadinya seorang anak yang dibesarkan oleh ibu yang memiliki karakter buruk, misalnya, senang memaki?
Contoh lain: Jika seorang pemimpin perusahaan sadar betul bahwa banyak orang yang menggantungkan hidup di perusahaannya, ia akan terus berusaha hidup sehat supaya bisa lancar bekerja dan menjadi sandaran banyak keluarga.
Self awareness. Sadar tanggung jawab sebagai individu. Sadar tanggung jawab sebagai anggota keluarga, dan masih banyak lagi alasan lain untuk sadar.
Self awareness melahirkan “now attitude”. Berubah sekarang juga,kerjakan saat itu juga tak perlu menunggu momen khusus.
There is no such a “right time”. All I know is “now” time. Tomorrow is bullshit.
Ketika kita menunda besok, maka yang akan terjadi adalah, kita menunda selamanya.
Lakukan perubahan sekarang. Atau kita tak akan pernah berubah sama sekali.
oleh Iim Fahima, CEO Virtual Consulting,
Twitter: IimFahima
Tulisan lain Iim Fahima:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar