Hai temen-temen yang kece bangettttt sekarang, aku nih yaaaaaa mau ngasih cerpen gratis ke kaliann gratis lhooooooo judulnya Bye! Dibaca yaaaaaaa tapi jangan serius amat! hehehe, selamat membaca!
Aku benar-benar muak dengannya. Dia sudah sangat keterlaluan. Aku tak tahu kenapa begini, tapi, aku sudah muak dengannya. Aku heran, kenapa, para guru tidak memarahinya dan menghukumnya. Padahal, semua murid yang berlaku jahat seperti itu, pasti punya hukuman.
Dia, adalah Kasya. Awalnya sih, dia adalah seorang teman terbaikku. Tapi, aku salah besar. Dia hanya memanfaatkanku untuk menjadi populer, pintar, dan cantik. Ya, aku membantunya untuk menjadi populer di sekolahku. Aku nggak tahu kenapa, tapi memang begitu.
Aku, adalah Riana. Ya, aku cewek. Sekolah di Harniun Elementary School . Tepatnya di Jakarta. Kelas 6A adalah kelasku. Kelas para orang genius (PD banget sih, ini orang!). Kasya itu sahabatku. Dia yang menolong aku, waktu aku kesusahan di kelas 5.
Waktu kelas 5, aku punya sahabat, namanya Hisya. Dia baik sih, tapi, gara-gara aku selalu dekat dengan Kasya, dia memutuskanku dan bersahabat dengan Shofi. Aku sempat trauma dan berkata pada waktu itu ke Kasya, bahwa aku nggak akan pernah sahabatan lagi. Tapi, setelah 2 hari aku nggak ngobrol seperti anak normal, aku mau juga jadi sahabat Kasya.
Bulan Juli waktu aku pertama masuk, aku dekat banget sama dia. Pokoknya, aku nggak bisa terpisah dari dia. Karena, dia super baik banget. Begitupula pada hari-hari selanjutnya sampai bulan Oktober. Aku ngerasa ada yang salah. Tapi, aku nggak tahu apa.
Mulai dari dia menjauhiku saat aku mendekatinya, lalu menumpahkan air minumku, mencontek hasil jerih payahku, menyenggolku, memarahiku, menatapku dengan sinis, dan membicarakan aku. Ya, aku benar-benar sudah sabar. Tapi, dia selalu mengajak ribut.
Tapi, aku selalu kasihan ketika dia nggak punya teman. Aku rasa, ketika aku sedang ada di tempat ibadah bersamanya, dan kelompok kami sedang membaca. Aku sempat kaget ketika melihat wajahnya sangat marah. Dan, OMG! Dia menangis. Aku berusaha nggak peduli tapi, isakannya itu berisik sekali, dan menggangguku.
Akhirnya, jurus yang paling tepat adalah, aku harus berusaha pindah ke tempat yang lain, yang tidak berisik, karena aku nggak bisa fokus. Dia sangat menggangguku, dan membuatku kesal. Aku tahu, dia sedih karena nggak ada teman yang mendekatinya, tapi kan, kenapa harus di dekatku? Aku enggak punya salah, kan? Aku benci dia.
Aku sudah berusaha menghindar dari dia karena dia membuatku sakit hati. Dan, aku berhasil! Aku benar-benar senang saat aku bisa menjauhinya untuk menyenangkan hatiku. Bahkan, ketika dia mengejarku saat istirahat. Untungnya, aku bisa berlari dengan cepat ke arah kamar mandi sambil membaca buku. Menjijikkan! Tapi, aku terpaksa.
Aku nggak merasa kesepian karena aku punya banyak teman untuk diajak mengobrol. Tapi, aku selalu senang ketika melihat Kasya tidak mempunyai teman mengobrol. Dan mungkin, dia juga merasa senang ketika aku tidak mempunyai teman mengobrol. Tidak menyenangkan!
Salah satu temanku setelah Kasya kabur dariku adalah, Brianna. Ya, dia baik. Tapi, dia suka menggosip. Jadi, aku tidak terlau suka dengannya. Karena, dia terlalu keren untukku. Jadi, mungkin aku akan menjauh darinya karena takut disebut ketinggalan zaman.
Aku memutuskan untuk menyendiri saja dan fokus pada pelajaran yang sedang aku selesaikan. Aku takut, nilai UN milikku akan menjadi buruk. Dan ternyata, Kasya dapat mengalahkanku dalam Math Competition . Oh, aku kesal sekali!
Dan sekarang, aku benar-benar meninggalkannya. Aku pergi jauh darinya. Aku sangat senang, akhirnya, aku bisa meninggalkannya dan menyendiri lagi seperti kelas 5. Ya, menyendiri itu nggak terlalu buruk. Setidaknya, aku bisa lebih konsentrasi dan lebih memahami pelajaran.
Bye Kasya! Bye pengalaman yang sudah aku alami dengan Kasya! Aku ingin melupakannya, dan memulai hidup baruku, di sekolah baru!!! Bye !
Aku benar-benar muak dengannya. Dia sudah sangat keterlaluan. Aku tak tahu kenapa begini, tapi, aku sudah muak dengannya. Aku heran, kenapa, para guru tidak memarahinya dan menghukumnya. Padahal, semua murid yang berlaku jahat seperti itu, pasti punya hukuman.
Dia, adalah Kasya. Awalnya sih, dia adalah seorang teman terbaikku. Tapi, aku salah besar. Dia hanya memanfaatkanku untuk menjadi populer, pintar, dan cantik. Ya, aku membantunya untuk menjadi populer di sekolahku. Aku nggak tahu kenapa, tapi memang begitu.
Aku, adalah Riana. Ya, aku cewek. Sekolah di Harniun Elementary School . Tepatnya di Jakarta. Kelas 6A adalah kelasku. Kelas para orang genius (PD banget sih, ini orang!). Kasya itu sahabatku. Dia yang menolong aku, waktu aku kesusahan di kelas 5.
Waktu kelas 5, aku punya sahabat, namanya Hisya. Dia baik sih, tapi, gara-gara aku selalu dekat dengan Kasya, dia memutuskanku dan bersahabat dengan Shofi. Aku sempat trauma dan berkata pada waktu itu ke Kasya, bahwa aku nggak akan pernah sahabatan lagi. Tapi, setelah 2 hari aku nggak ngobrol seperti anak normal, aku mau juga jadi sahabat Kasya.
Bulan Juli waktu aku pertama masuk, aku dekat banget sama dia. Pokoknya, aku nggak bisa terpisah dari dia. Karena, dia super baik banget. Begitupula pada hari-hari selanjutnya sampai bulan Oktober. Aku ngerasa ada yang salah. Tapi, aku nggak tahu apa.
Mulai dari dia menjauhiku saat aku mendekatinya, lalu menumpahkan air minumku, mencontek hasil jerih payahku, menyenggolku, memarahiku, menatapku dengan sinis, dan membicarakan aku. Ya, aku benar-benar sudah sabar. Tapi, dia selalu mengajak ribut.
Tapi, aku selalu kasihan ketika dia nggak punya teman. Aku rasa, ketika aku sedang ada di tempat ibadah bersamanya, dan kelompok kami sedang membaca. Aku sempat kaget ketika melihat wajahnya sangat marah. Dan, OMG! Dia menangis. Aku berusaha nggak peduli tapi, isakannya itu berisik sekali, dan menggangguku.
Akhirnya, jurus yang paling tepat adalah, aku harus berusaha pindah ke tempat yang lain, yang tidak berisik, karena aku nggak bisa fokus. Dia sangat menggangguku, dan membuatku kesal. Aku tahu, dia sedih karena nggak ada teman yang mendekatinya, tapi kan, kenapa harus di dekatku? Aku enggak punya salah, kan? Aku benci dia.
Aku sudah berusaha menghindar dari dia karena dia membuatku sakit hati. Dan, aku berhasil! Aku benar-benar senang saat aku bisa menjauhinya untuk menyenangkan hatiku. Bahkan, ketika dia mengejarku saat istirahat. Untungnya, aku bisa berlari dengan cepat ke arah kamar mandi sambil membaca buku. Menjijikkan! Tapi, aku terpaksa.
Aku nggak merasa kesepian karena aku punya banyak teman untuk diajak mengobrol. Tapi, aku selalu senang ketika melihat Kasya tidak mempunyai teman mengobrol. Dan mungkin, dia juga merasa senang ketika aku tidak mempunyai teman mengobrol. Tidak menyenangkan!
Salah satu temanku setelah Kasya kabur dariku adalah, Brianna. Ya, dia baik. Tapi, dia suka menggosip. Jadi, aku tidak terlau suka dengannya. Karena, dia terlalu keren untukku. Jadi, mungkin aku akan menjauh darinya karena takut disebut ketinggalan zaman.
Aku memutuskan untuk menyendiri saja dan fokus pada pelajaran yang sedang aku selesaikan. Aku takut, nilai UN milikku akan menjadi buruk. Dan ternyata, Kasya dapat mengalahkanku dalam Math Competition . Oh, aku kesal sekali!
Dan sekarang, aku benar-benar meninggalkannya. Aku pergi jauh darinya. Aku sangat senang, akhirnya, aku bisa meninggalkannya dan menyendiri lagi seperti kelas 5. Ya, menyendiri itu nggak terlalu buruk. Setidaknya, aku bisa lebih konsentrasi dan lebih memahami pelajaran.
Bye Kasya! Bye pengalaman yang sudah aku alami dengan Kasya! Aku ingin melupakannya, dan memulai hidup baruku, di sekolah baru!!! Bye !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar