-- Fairy School --
"Hai, Fanes!" Flowy menyapa Fanes yang sedang bermain twitter di HP Samsung Galaxy Mini-nya.
"Eh, Flowy. Gimana, keren gak twitter, facebook, skype -nya ?" Fanes menggoda.
"Keren, dong! Sekarang aku udah punya 81 followers . Banyak banget, kan? Itu hanya dalam waktu se-ha-ri! Bayangin, deh," Flowy mengatakan dengan bangga. Fanes berdecak kagum. Mereka masih asik saja ngobrol tentang media sosial, ngomong tentang tweets terbaru, artis-artis terpopuler, dll.
-- Flowy's Bed Room --
Setiba di rumah, Flowy langsung mandi, memakai baju santai, dan menyalakan laptopnya. Muncullah wallpaper Jessica (SNSD) dan adiknya, Crystal. Flowy memang penggemar beratnya Jessica SNSD. Karena masih penasaran dengan Bobo Online , akhirnya Flowy mengetik website Bobo Online dengan cekatan. KLIK! Setelah muncul, Flowy membuat account di Bobo Online , dan mengisi profilnya. Flowy mengisi nama, kelas, nama sekolah, alamat, dan e-mail-nya.
Setelah semuanya beres, Flowy langsung mengklik Klinik Cerita . Tanpa berlama-lama, Flowy langsung mengklik Kirim Tulisan . Flowy langsung mengetikkan semua ceritanya. Dalam sejam, sudah ada 9 naskah ceritanya. Tinggal ditunggu terbitannya. Flowy liat, belum ada yang dari Fairy School . Jadi, dia merasa orang pertama yang mengirim tulisan dari Fairy School. Tapi, dugaannya meleset...
-- Fairy School --
"Fanes, Fanes! Liat deh, sudah ada 9 naskahku yang diterbitkan. Semuanya punya score yang tinggi-tinggi lagi!" Flowy berseru kegirangan menjumpai sahabatnya itu.
"Oh ya? Ouuh...ter-baik (Logat BoBoiBoy)." Flowy heran dengan sikap Fanes. Kenapa dia begitu cuek? Keadaan ini terus berulang-ulang seiring bertambah banyak naskah Flowy yang diterbitkan. 49 naskah yang diterbitkan dalam sebulan. Fanes tetap cuek terhadapnya, dan...tidak pernah ngobrol dengan Flowy. Sampai..
"Kata Miss Kyle, di loker Fanes ada buku absen dan buku nilai. Hm..." Flowy bergumam sendiri sambil menuju loker Fanes. Dengan mudah Flowy membuka password loker Fanes karena sudah diberi tahu oleh Fanes dari dulu. Saat mencari-cari buku absen dan buku nilai, Flowy melihat semacam buku. Ya! Buku! Lebih tepatnya buku...DIARY !
Flowy mengambil perlahan buku diary itu, tidak terkunci. Flowy membacanya lembar demi lembar. Tidak ada yang menarik. Tapi, halaman terakhirnya.. Penasaran?? Diintip, yuk!
Dear Shine .. 15 Okt 2012
Hhh...hari demi hari, terjalani begitu berat. Selama ini, aku tidak pernah ngobrol dengan Flowy lagi. Aku tidak kuat menahan pedih ini. Aku iri dengan Flowy. Sudah 49 naskahnya dimuat di Bobo Online , dengan semuanya mempunyai score yang tinggi-tinggi pula. Aku nggak menyangka, Flowy sehebat itu. Tapi, dapat dibuktikan. Flowy saja sudah berpuluh-puluh kali menang lomba mengarang. Dan itu semua juara satu. Aku iri dengan Flowy, iri banget. Shine, hanya kamu tempat aku Curhat sekarang. I'm Alone ... Dan aku juga akan pindah ke Swiss hari ini, jam 12.00
Fanesia Clary Putri
--------------------------------------------------------
Flowy tertegun membaca itu. Jadi, selama ini Fanes tidak mau ngobrol dengannya karena dia iri terhadapnya? Flowy seakan tidak percaya, apa yang ditulis Fanes.
Flowy memejamkan matanya, dan membukanya. Ia melihat dunia yang sebenarnya, dia harus cepat. Dia menatap arlojinya, jam 11.00! Dari sekolahnya sampai bandara, memakan waktu setengah jam. Ia harus cepat.
Flowy segera mengantarkan buku absen dan buku nilai ke Miss Kyle.
"DRAP DRAP DRAP!!!" bunyi langkah Flowy yang bergegas meninggalkan sekolah menggema di seluruh koridor.
"Mengapa aku tidak menyadarinya dari dulu? Bodohnya diriku ini, Ya Tuhan!" Flowy terus mengumpat dirinya dalam hati.
-- Bandara Greeners Hilgh --
Flowy menatap arlojinya, jam 11.45 . Flowy terus mencari cari sosok Fanes. Flowy terus mencari, mencari. Air matanya menitik. Sekali lagi, Flowy menatap arlojinya. 12.05. Sudah lewat. Sudah pergi.
Fanes sudah pergi untuk selamanya. Angin bertiup sangat kencang menerpa rambut panjang nan bergelombang Flowy. Matanya basah terkena air mata yang tak dapat dibendung. Secarik kertas melintas tepat di depan Flowy.
"GOOD BYE and SORRY "
Air mata Flowy semakin menjadi-jadi. Flowy terduduk. Dia membenamkan mukanya dalam dalam ke pangkuannya. Ia menangis, seorang diri. Betapa teriris hatinya mengetahui keberadaan Fanes sekarang .. .. .. .. ..
THE END .. ..
*****
Gimana? Rame nggak? Makasih aja deh, buat yang udah baca! hehehehe! Ini dikutip dari majalah Bobo aku nggak tahu siapa nama pengirimnya tapi kannnnn ceritanya rameeeee oke?????? Sampai jumpa besok, semoga aku masih punya umur dehhhhhh Bye!!!!!!!!!!
"Hai, Fanes!" Flowy menyapa Fanes yang sedang bermain twitter di HP Samsung Galaxy Mini-nya.
"Eh, Flowy. Gimana, keren gak twitter, facebook, skype -nya ?" Fanes menggoda.
"Keren, dong! Sekarang aku udah punya 81 followers . Banyak banget, kan? Itu hanya dalam waktu se-ha-ri! Bayangin, deh," Flowy mengatakan dengan bangga. Fanes berdecak kagum. Mereka masih asik saja ngobrol tentang media sosial, ngomong tentang tweets terbaru, artis-artis terpopuler, dll.
-- Flowy's Bed Room --
Setiba di rumah, Flowy langsung mandi, memakai baju santai, dan menyalakan laptopnya. Muncullah wallpaper Jessica (SNSD) dan adiknya, Crystal. Flowy memang penggemar beratnya Jessica SNSD. Karena masih penasaran dengan Bobo Online , akhirnya Flowy mengetik website Bobo Online dengan cekatan. KLIK! Setelah muncul, Flowy membuat account di Bobo Online , dan mengisi profilnya. Flowy mengisi nama, kelas, nama sekolah, alamat, dan e-mail-nya.
Setelah semuanya beres, Flowy langsung mengklik Klinik Cerita . Tanpa berlama-lama, Flowy langsung mengklik Kirim Tulisan . Flowy langsung mengetikkan semua ceritanya. Dalam sejam, sudah ada 9 naskah ceritanya. Tinggal ditunggu terbitannya. Flowy liat, belum ada yang dari Fairy School . Jadi, dia merasa orang pertama yang mengirim tulisan dari Fairy School. Tapi, dugaannya meleset...
-- Fairy School --
"Fanes, Fanes! Liat deh, sudah ada 9 naskahku yang diterbitkan. Semuanya punya score yang tinggi-tinggi lagi!" Flowy berseru kegirangan menjumpai sahabatnya itu.
"Oh ya? Ouuh...ter-baik (Logat BoBoiBoy)." Flowy heran dengan sikap Fanes. Kenapa dia begitu cuek? Keadaan ini terus berulang-ulang seiring bertambah banyak naskah Flowy yang diterbitkan. 49 naskah yang diterbitkan dalam sebulan. Fanes tetap cuek terhadapnya, dan...tidak pernah ngobrol dengan Flowy. Sampai..
"Kata Miss Kyle, di loker Fanes ada buku absen dan buku nilai. Hm..." Flowy bergumam sendiri sambil menuju loker Fanes. Dengan mudah Flowy membuka password loker Fanes karena sudah diberi tahu oleh Fanes dari dulu. Saat mencari-cari buku absen dan buku nilai, Flowy melihat semacam buku. Ya! Buku! Lebih tepatnya buku...DIARY !
Flowy mengambil perlahan buku diary itu, tidak terkunci. Flowy membacanya lembar demi lembar. Tidak ada yang menarik. Tapi, halaman terakhirnya.. Penasaran?? Diintip, yuk!
Dear Shine .. 15 Okt 2012
Hhh...hari demi hari, terjalani begitu berat. Selama ini, aku tidak pernah ngobrol dengan Flowy lagi. Aku tidak kuat menahan pedih ini. Aku iri dengan Flowy. Sudah 49 naskahnya dimuat di Bobo Online , dengan semuanya mempunyai score yang tinggi-tinggi pula. Aku nggak menyangka, Flowy sehebat itu. Tapi, dapat dibuktikan. Flowy saja sudah berpuluh-puluh kali menang lomba mengarang. Dan itu semua juara satu. Aku iri dengan Flowy, iri banget. Shine, hanya kamu tempat aku Curhat sekarang. I'm Alone ... Dan aku juga akan pindah ke Swiss hari ini, jam 12.00
Fanesia Clary Putri
--------------------------------------------------------
Flowy tertegun membaca itu. Jadi, selama ini Fanes tidak mau ngobrol dengannya karena dia iri terhadapnya? Flowy seakan tidak percaya, apa yang ditulis Fanes.
Flowy memejamkan matanya, dan membukanya. Ia melihat dunia yang sebenarnya, dia harus cepat. Dia menatap arlojinya, jam 11.00! Dari sekolahnya sampai bandara, memakan waktu setengah jam. Ia harus cepat.
Flowy segera mengantarkan buku absen dan buku nilai ke Miss Kyle.
"DRAP DRAP DRAP!!!" bunyi langkah Flowy yang bergegas meninggalkan sekolah menggema di seluruh koridor.
"Mengapa aku tidak menyadarinya dari dulu? Bodohnya diriku ini, Ya Tuhan!" Flowy terus mengumpat dirinya dalam hati.
-- Bandara Greeners Hilgh --
Flowy menatap arlojinya, jam 11.45 . Flowy terus mencari cari sosok Fanes. Flowy terus mencari, mencari. Air matanya menitik. Sekali lagi, Flowy menatap arlojinya. 12.05. Sudah lewat. Sudah pergi.
Fanes sudah pergi untuk selamanya. Angin bertiup sangat kencang menerpa rambut panjang nan bergelombang Flowy. Matanya basah terkena air mata yang tak dapat dibendung. Secarik kertas melintas tepat di depan Flowy.
"GOOD BYE and SORRY "
Air mata Flowy semakin menjadi-jadi. Flowy terduduk. Dia membenamkan mukanya dalam dalam ke pangkuannya. Ia menangis, seorang diri. Betapa teriris hatinya mengetahui keberadaan Fanes sekarang .. .. .. .. ..
THE END .. ..
*****
Gimana? Rame nggak? Makasih aja deh, buat yang udah baca! hehehehe! Ini dikutip dari majalah Bobo aku nggak tahu siapa nama pengirimnya tapi kannnnn ceritanya rameeeee oke?????? Sampai jumpa besok, semoga aku masih punya umur dehhhhhh Bye!!!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar