Syifa mendorong
Zahra dengan sangat keras sehingga dia terjatuh. Hari ini, Syifa sedang emosi. Ya, walaupun dia bisa menahan emosi, tapi kalau sudah keterlaluan kan, tidak bisa.
"Kenapa??? Kenapa Rahma harus kayak gini?>???" tanya Syifa keras.
"Sabar aja Syif," kata Zahra sambil merangkul sahabatnya yang benar-benar sedih.
"Tapi aku nggak bisa," Syifa mulai menangis di kamar mandi.
Sementara itu ....
"Gue seneng bisa liat si budak centil itu nangis!! Rasain loe!" kata Rahma keras.
"Tapi Rah ... nggak gitu juga, itu keterlaluan Rah ..." Kata Indah.
"Loe ngedukung Syifa hah? Awas loe ya!! Gue bakal kasih tahu rahasia loe ke semua orang!!" kata Rahma galak.
"Iya Rah . nggak kok," kata Indah sambil menampakkan wajah cemberut.
Rahma terus tertawa-tawa sedangkan Indah pergi menuju kamar mandi untuk menenangkan Syifa.
"Fa, maafin aku ya, tadi itu, aku disuruh Rahma buat ..." ucapan Indah terputus karena Syifa menutup mulutnya.
"Ini bukan waktu yang tepat untuk minta maaf, Syifa masih sedih Dah," saran Zahra.
"Ya udah, nanti aku kesini lagi ya, pelajaran sudah dimulai," pamit Indah. Dan Zahra hanya mengangguk.
Zahra memainkan jari-jemarinya sembari menunggu tangisan Syifa reda. Sudah setengah jam dia menunggu disini tapi tetap
tidak saja, tangis Syifa tidak juga reda.
*****
Nantikan Asrama Khusus putri part 3 ya, maaf ceritanya pendek, gaada waktu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar